Text
Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Mei 2026
Laporan Perekonomian yang diterbitkan triwulanan ini disusun sebagai upaya memenuhi kebutuhan informasi bagi mitra utama dan masyarakat di Provinsi Jawa Timur sekaligus sebagai pemenuhan akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia. Laporan ini mencakup perkembangan ekonomi makroregional, keuangan pemerintah, inflasi daerah, pembiayaan daerah dan pengembangan akses keuangan serta UMKM, penyelenggaraan sistem pembayaran, ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat, serta prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi Jawa Timur.
Perekonomian Jawa Timur pada triwulan I 2026 tumbuh lebih tinggi dan melanjutkan momentum peningkatan. Pada triwulan laporan, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96% (yoy), setelah pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 5,85% (yoy). Kenaikan konsumsi rumah tangga pada triwulan laporan ditopang oleh pertumbuhan pada konsumsi ritel komponen pakaian, barang pribadi, dan rekreasi, serta konsumsi makanan dan minuman yang tetap tinggi. Aktivitas konsumsi juga didorong tingginya aktivitas masyarakat selama momen Ramadan, perayaan Imlek, libur Nyepi, dan HBKN Idulfitri 2026 yang juga tercermin dari volume transaksi pembayaran nontunai yang mengalami lonjakan. Sementara itu, kenaikan belanja pemerintah meningkat sejalan dengan lebih tingginya realisasi belanja pegawai APBN dan APBD kabupaten/kota seiring pencairan tunjangan hari raya, kenaikan belanja barang utamanya untuk pelayanan publik, serta realisasi barang dan jasa sejalan dengan program MBG. Investasi juga turut mencatatkan peningkatan seiring realisasi program sekolah rakyat, revitalisasi fasilitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur jalan. Selain itu, kenaikan investasi juga sejalan dengan kenaikan barang modal dan lebih tingginya pembiayaan investasi. Peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah didukung oleh peningkatan lapangan usaha (LU) Perdagangan, Pertanian, Konstruksi dan Akomodasi Makan Minum.
Inflasi Provinsi Jawa Timur pada triwulan I 2026 sebesar 3,79% (yoy), meningkat dibandingkan capaian triwulan IV 2025 yang sebesar 2,93% (yoy). Peningkatan ketegangan geopolitik berdampak langsung pada peningkatan harga komoditas energi dan turunannya. Di sisi lain, faktor HBKN Idulfitri menjadi faktor yang memengaruhi permintaan komoditas yang berdampak pada tekanan kenaikan inflasi pada triwulan I 2026. Pengendalian inflasi secara konsisten terus dilakukan melalui sinergi pelaksanaan strategi 4K, yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Implementasi strategi ini semakin dioptimalkan seiring HBKN Idulfitri 2026 untuk tetap mengendalikan inflasi.
Ketahanan perbankan di Jawa Timur tetap menunjukkan resiliensi yang kuat. Risiko kredit masih terjaga dan masih berada dalam batas aman. Secara agregat, rasio NPL pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 3,27%, dari triwulan sebelumnya sebesar 3,23%. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal CAR meningkat menjadi 32,93% pada triwulan I 2026, jauh di atas ketentuan minimum 8% yang ditetapkan oleh OJK. Capaian tersebut menegaskan resiliensi sektor perbankan yang tetap terjaga dalam memitigasi dampak risiko eksternal, di tengah eskalasi ketidakpastian global yang masih berlanjut.
Pada tahun 2026, perekonomian Jawa Timur diprakirakan tetap kuat dengan level pertumbuhan pada kisaran 4,9-5,7% (yoy). Faktor pendukung pertumbuhan adalah investasi serta permintaan domestik dan eksternal yang tetap meningkat sejalan dengan prospek perekonomian mitra dagang utama Jawa Timur. Sementara itu, inflasi Jawa Timur diprakirakan tetap terjaga dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1%, didukung oleh upaya pengendalian inflasi TPID Provinsi Jawa Timur.
Dalam penyusunan laporan ini, Bank Indonesia memanfaatkan data dan informasi yang diperoleh dari berbagai pihak, antara lain Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur, perbankan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, asosiasi pelaku usaha di wilayah Jawa Timur, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Kediri, dan Jember. Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas kerja sama dan koordinasi dalam mendukung Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita semua dalam memberikan kontribusi terbaik bagi Provinsi Jawa Timur, serta bangsa dan negara.
Tidak tersedia versi lain