Text
Laporan Perekonomian Provinsi Jawa Timur Februari 2026
laporan perekonomian yang diterbitkan triwulanan ini disusun sebagai upaya memenuhi kebutuhan informasi bagi mitra utama dan masyarakat di provinsi jawa timur sekaligus sebagai pemenuhan akuntabilitas dan transparansi bank indonesia. laporan ini mencakup mengenai perkembangan ekonomi makroregional, keuangan pemerintah, inflasi daerah, pembiayaan daerah dan pengembangan akses keuangan serta UMKM, penyelenggaraan sistem pembayaran, ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat, serta prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi jawa timur. perekonomian jawa timur pada triwulan IV 2025 tumbuh lebih tinggi dan melanjutkan momentum peningkatan. pada triwulan laporan, ekonomi jawa timur tumbuh 5,85% (yoy), setelah pada triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,22% (yoy). perbaikan perekonomian jawa timur didorong oleh akselerasi konsumsi rumah tangga dan net ekspor, serta membaiknya konsumsi pemerintah. kenaikan konsumsi rumah tangga seiring aktivitas masyarakat selama momen HBKN natal dan tahun baru (nataru), tercermin dari peningkatan transaksi perdagangan e-commerce. sementara, kenaikan net ekspor didorong oleh peningkatan ekspor dalam negeri melalui upaya penguatan perdagangan antardaerah. selain itu, peningkatan ekspor turut disokong oleh pertumbuhan wisatawan mancanegara ke jawa timurdan ekspor luar negeri (LN) komoditas utama. lebih lanjut, perbaikan kinerja konsumsi pemerintah ditopang oleh belanja pegawai, dan belanja bantuan sosial (bansos). dari sisi lapangan usaha (LU), kinerja perekonomian yang solid terutama didukung oleh peningkatan kinerja LU industri pengolahan, perdagangan, pertanian, serta akomodasi makanan dan minuman. dengan perkembangan tersebut, perekonomian jawa timur secara keseluruhan tahun 2025 tumbuh lebih tinggi dari tahun 2024 yang ditunjang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, dan net ekspor. inflasi provinsi jawa timur pada akhir triwulan IV 2025 tercatat sebsar 2,93% (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan III 2025 sebesar 2,53% (yoy). tekanan inflasi tersebut utamanya sejalan dengan kenaikan harga komoditas holtikultura akibat terbatasnya pasokan dari wilayah sentra produksi serta berlanjutnya kenaikan harga emas perhiasan domestik. level inflasi pada triwulan laporan masih berada dalam rentang sasaran target 2,5%+/-1%. kondisi ini tidak lepas dari upaya pengendalian inflasi yabf dilakukan oleh TPID se-jawa timur melalui sinergi implementasi strategi 4K TPIP yang terdiri dari keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. ketahanan sektor korporasi dan rumah tangga jawa timur pada triwulan IV 2025 terpantau tetap solid. hal ini tercermin dari penyaluran kredit perbankan yang melanjutkan pertumbuhan positif, dengan kualitas kredit yang terjaga. lebih lanjut, risiko kredit terpantau masih terjaga dalam batas aman, tercermin dari rasio non performing loan (NPL) sebesar 3,23%, menurun dari triwulan sebelumnya yang tercatat 3,37%. dari sisi permodalan, tingkat capital adequacy ratio (CAR) terpantau meningkat ke level 31,38%, menunjukan bahwa perbankan di jawa timur memiliki ketahanan yang baik dalam menghadapi potensi risiko ke depan di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. pada tahun 2026, perekonomian jawa timur diprakirakan tetap kuat dengan level pertumbuhan pada kisaran 4,9-5,7% (yoy). faktor pendukung pertumbuhan adalah investasi, serta permintaan domestik dan eksternal yang tetap meningkat sejalan dengan prospek perekonomian mitra dagang utama jawa timur. sementara itu, inflasi jawa timur diprakirakan juga tetap terjaga dalam kisaran sasaran inflasi 2,5+/-1%, didukung oleh upaya pengendalian inflasi TPID provinsi jawa timur.
Tidak tersedia versi lain